Berita

Penutupan Diklat Calon Kepala Sekolah Kab. Soppeng

Pemerintah Kabupaten Soppeng telah melaksanakan Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah yang pelaksanaannya dimulai akhir tahun 2019 yang lalu. Sebanyak 45 peserta telah mengikuti kegiatan ini, terdiri dari jenjang TK, SD dan SMP yang dibagi dalam 2 kelas.




Selama lebih dari 2 bulan peserta menerima materi dan bimbingan dari instrukur yang dimulai dengan In Service Learning 1 selama 7 hari (70 jam), On The Job Learning selama kurang lebih 2 bulan (200 jam) dan In Service Learning 2 selama 3 hari (30 Jam).

Kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kab. Soppeng tersebut ditutup pada hari Kamis, 13 Februari 2020. Kegiatan penutupan yang dilaksanakan di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Soppeng tersebut dihadiri oleh Kepala LPPKS Solo Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Kepala LPMP Sulawesi Selatan Dr, H, Abdul Halim Muharram, M.Pd. dan Sekda Kabupaten Soppeng Drs. H. A. Tenri Sessu, M.Si.




Kepala LPMP Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan 3 pesan bijak yaitu : (1) Kepala sekolah harus bisa membaca tanda-tanda alam, artinya harus peka terhadap perkembangan situasi untuk kemudian melakukan tindakan antisipatif, (2) Mattongeng-tonggeng (Bersungguh-sungguh) dalam melaksanakan tugas, (3) Siapa aku, artinya tahun memposisikan diri dalam berbagai situasi.




Sementara itu Kepala LPPKS Solo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pola diklat Calon Kepala Sekolah tahun ini adalah ON-IN-ON-IN, Dalam kegiatan ON calon kepala sekolah melakukan praktek pemecahan masalah dan melakukan inovasi di sekolah, produk dari kegiatan tersebut harus divideokan dan diupload di youtube agas bisa dipelajari oleh kepala sekolah lain.




Diakhir kegiatan, Sekda Kabupaten Soppeng yang hadir mewakili Bupati Kabupaten Soppeng menutup kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah, dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng konsisten mengalokasikan anggaran pendidikan 20% karena memang merupakan prioritas pembangunan di sektor pendidikan. Di bagian lain pada kegiatan tersebut beliau mengusulkan agar dalam diklat Calon Kepala Sekolah nanti dimasukkan materi “tata cara mengelola dana BOS” karena hal ini banyak menimbulkan masalah dilapangan, ujarnya.